Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya melanjutkan agenda benchmarking dengan mengunjungi Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran (LPP) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LP3M UNPER dalam memperkuat sistem penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran berbasis praktik terbaik perguruan tinggi.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi LP3M UNPER untuk menggali lebih dalam tata kelola penjaminan mutu di UPY yang telah terstruktur dan terintegrasi langsung di bawah koordinasi rektorat. Dalam pemaparannya, pihak BPM UPY menjelaskan bahwa lembaga ini berada langsung di bawah rektor, sehingga memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan mutu institusi secara menyeluruh.
Struktur BPM UPY terdiri dari tiga divisi utama, yakni divisi akreditasi dan pangkalan data, divisi penjaminan mutu akademik, serta divisi penjaminan mutu non-akademik. Selain itu, terdapat pula Satuan Pengawas Internal (SPI) yang secara khusus menangani pengawasan terkait aset dan anggaran, termasuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi keuangan.
Dalam mendukung pengelolaan mutu berbasis digital, UPY juga mengembangkan berbagai aplikasi unggulan, seperti KENDI (Kumpulan Evidence Naskah Digital Integrasi), PAHITAN (Pantauan Analisis Hasil Instrumen Terpadu dan Akurat Universitas), serta MADU (Manajemen Aduan dan Disposisi Usul) yang memungkinkan sivitas akademika menyampaikan aduan secara terintegrasi.
Selain itu, BPM UPY juga mengelola 13 jenis survei kepuasan menggunakan platform berbasis script Google, termasuk survei kepuasan mahasiswa yang dilaksanakan sebelum ujian. Saat ini, UPY memiliki 28 auditor internal, meskipun masih terbatas yang memiliki sertifikasi eksternal.
Tidak hanya pada aspek penjaminan mutu, LP3M UNPER juga mendapatkan wawasan komprehensif dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran (LPP) UPY. LPP merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan statuta universitas sebagai unit penunjang akademik yang berfokus pada pengembangan pembelajaran.
LPP UPY memiliki tiga divisi utama, yakni divisi kurikulum dan pembelajaran, divisi Mata Kuliah Umum (MKU), serta divisi Pembelajaran di Luar Kampus (PDLK). Dalam bidang kurikulum, UPY telah melakukan serangkaian pengembangan berbasis Outcome-Based Education (OBE), dimulai dari benchmarking ke ITS dan Universitas Brawijaya pada tahun 2023, dilanjutkan dengan sosialisasi dan workshop pada 2023–2024, penyusunan kurikulum dan pengembangan sistem informasi pada 2024–2025, hingga implementasi penuh OBE pada tahun 2025.
Penguatan implementasi OBE juga didukung oleh penyusunan berbagai pedoman, seperti pedoman pengukuran ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), panduan kurikulum program studi, serta petunjuk teknis penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Selain itu, LPP juga menyusun SOP khusus untuk memastikan implementasi OBE berjalan konsisten di seluruh program studi.
Dalam pengelolaan Mata Kuliah Umum (MKU), LPP bertanggung jawab atas mata kuliah seperti agama, Bahasa Indonesia, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, serta PGRI-an. Sementara itu, divisi PDLK mengembangkan berbagai program inovatif seperti Sea Teacher Program 2025, kelas bilingual, summer class, serta penyusunan pedoman pembelajaran internasional.
Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Melalui adopsi praktik terbaik dan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, LP3M UNPER optimistis dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sebagai penutup, tim LP3M UNPER menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan berbagi praktik baik dari BPM dan LPP UPY. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjalin kerja sama di masa mendatang.